Tata cara penulisan skripsi yang benar agar di acc dosen

Banyak mahasiswa/mahasiswi yang kesulitan bahkan frustasi agar skripsi nya diterima oleh dosennya. Hal yang menjadi acuan dalam pembuatan skripsi adalah tata cara penulisannya. Agar skripsi diterima atau di acc oleh dosen penulisan skripsi harus ditata dengan baik dan benar. Nah, kali ini saya akan membagi sedikit ilmu tentang tata cara penulisan skripsi yang baik dan benar. Monggo disimak ya bosque!!

Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.

Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya.

Banyak hal yang harus diperhatikan dalam menyusun hasil penelitian menjadi sebuah karangan berbentuk skripsi. Hal yang harus dperhatikan adalah :

A. Jenis Kertas dan Ukuran Kertas
1. Kertas untuk naskah
Kertas yang digunakan untuk mengetik naskah adalah kertas HVS dengan ukuran kuarto, berat 80 gram, dan berwarna putih. Jika dalam penulisan naskah terdapat lembaran yang harus menggunakan kertas lain (misalnya kertas milimeter atau kertas kalkir), kertas tersebut harus dilipat berukuran kuarto.
2. Kertas untuk sampul
Kertas yang dipergunakan untuk sampul adalah kertas kuarto dijilid model hardcover. Kertas untuk sampul tersebut pada dasarnya memiliki ukuran yang sama dengan kertas untuk naskah. Adapun warnanya diatur sesuai warna prodi masing-masing.

B. Cara Pengetikan
1. Huruf
Huruf yang digunakan untuk pengetikan naskah teks adalah sebagai berikut. Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12. Untuk judul digunakan huruf yang sama dengan naskah teks dengan ukuran 16. Untuk penulisan bab digunakan huruf yang sama dengan naskah teks dengan ukuran 14.
2. Spasi
Spasi dalam pengetikan skripsi diatur sebagai berikut:
  1. Antara judul bab ke sub bab tiga spasi.
  2. Jarak antara sub bab dengan baris berikutnya berjarak dua setengah spasi.
  3. Jarak antara baris satu dengan baris lainnya dalam teks berjarak dua spasi.
  4. Baris antara nomor halaman dengan baris teks berjarak dua spasi.
3. Margin (jarak antar tepi halaman)
Margin diatur dengan jarak sebagai berikut:
  1. Margin Kiri : 4 cm
  2. Margin Kanan : 3 cm
  3. Margin Atas : 4 cm
  4. Margin Bawah : 3 cm
4. Pengetikan Bab dan Sub Bab
Nama bab diketik dengan huruf kapital semua dan diatur secara sistematis tanpa diakhiri dengan tanda titik. Nomor urut bab ditulis dengan angka romawi dan ditempatkan secara sistematis di atas bab.
Adapun pengetikan subbab dimulai dari batas tepi teks naskah pada margin kiri dan tidak diakhiri dengan tanda titik. Huruf pertama setiap kata pada sub bab ditulis dengan huruf kapital,kecuali kata seperti di, ke, dari, kepada, daripada, dan, yang, untuk. Nomor sub bab menggunakan angka arab.
5. Pengetikan Alinea
Setiap alinea dimuai dengan baris yang menjorok ke kanan teks sebanyak lima ketukan dari margin kiri. Harus dihindari adanya satu alinea yang hanya terdiri atas satu kalimat atau satu alinea yang terdiri atas berpuluh-puluh kalimat sampai memakan tempat satu halaman lebih. Setiap alinea berada pada halaman yang sama. Jika terpaksa harus disambung pada halaman berikutnya, bagian alinea yang harus diteruskan ke halaman berikutnya tidak kurang dari dua baris.

C. Penomoran
Penomoran dalam penulisan skripsi ini meliputi penomoran halaman, penomoran bab, dan penomoran matematis.
1. Penomoran Halaman
Penomoran halaman pada halaman judul, halaman persetujuan pembimbing, halaman pengesahan, halaman pernyataan, halaman persembahan, halaman motto, halaman kata pengantar, halaman daftar isi, halaman daftar table, halaman daftar gambar, dan halaman abstrak menggunakan angka romawi kecil, ditulis di tengah bawah. Mulai dari bab pendahuluan, penomoran halaman menggunakan angka arab, ditulis di sudut kanan atas, kecuali dapa halaman bab. Nomor halaman pada bab ditulis di tengah bawah, berjarak dua spasi dari baris terakhir.
2. Penomoran Bab
Semua bab harus diberi nomor dengan menggunakan angka romawi besar, diletakkan di tengah-tengah margin atas. Kemudian disusul dengan judul bab di bawahnya, dengan jarak tiga spasi.
3. Penomoran Matematis
Jika dalam penyusunan skripsi terdapat sejumlah persamaan matematis dalam bidang fisika, kimia, mekanika, matematika, aljabar, dan sebagainya penomoran dilakukan dengan angka arab yang ditempatkan di dekat batas tepi kanan di antara dua tanda kurung.

D. Penulisan Bilangan
Lambang bilangan yang penyebutannya dalam teks terdiri atas satu kata, ditulis dengan huruf. Lambang bilangan yang penyebutannya lebih dari satu kata ditulis dengan angka. Bilangan yang menunjukan jumlah ditulis dengan tanda titik untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya. Adapun lambang bilangan atau angka pada awal kalimat ditulis dengan huruf.

E. Penyajian Tabel dan Gambar
Penyajian table dan gambar dalam penulisan skripsi diatur dengan ketentuan sebagai berikut.
1. Penyajian Tabel
Penyajian tabel mengikuti ketentuan berikut.
  1. Penyajian tabel harus dilakukan secara sistematis, oleh karena itu judul table perlu mendapatkan penomoran. Sistem penomoran ini dimulai secara berturut-turut sejak bab I sampai dengan bab V.
  2. Penomoran tabel menggunakan angka arab.
  3. Tabel dibedakan menjadi dua macam, yaitu tabel dalam teks dan tabel dalam lampiran. Tabel dalam lampiran menggunakan urutan penomoran sendiri, jadi tidak menyambung nomor tabel dan teks.
  4. Penyajian tabel sedapat mungkin dalam satu halaman.
  5. Pembuatan kolom dan baris harus jelas. Setiap kolom dan baris harus diberi nama untuk penjelasan.
  6. Format judul tabel ditulis di tengah dan simetris di atas tabel yang bersangkutan, di bawah kata “Tabel”. Kata-kata dalam judul tabel ditulis sebagai berikut.
  • Kata-kata isi diawali dengan huruf kapital.
  • Kata-kata fungsi ditulis dengan huruf kecll.
2. Penyajian Gambar
Pengertian gambar di sini mencakup foto, grafik, diagram, peta, bagan, skema, lukisan, dan yang sejenis. Ketentuan penyajiannya adalah sebagai berikut.
  1. Gambar diberi judul dan nomor.
  2. Nomor gambar menggunakan angka romawi.
  3. Sistem penomoran ini dimulai secara berturut-turut sejak bab I sampai bab V.
  4. Nomor dan judul gambar diletakkan dibawah gambar yang bersangkutan.
  5. Gambar tidak boleh dipotong.
  6. Penulisan judul gambar mengikuti ketentuan pada judul tabel (judul gambar tabel ditulis dibawah gambar dengan penomoran urut sejak bab awal sampai bab akhir).
  7. Gambar harus dibuat sejelas mungkin sehingga mudah dimengerti.
F. Sistematika Penomoran Isi Skripsi
Sistematika penulisan skripsi ada dua macam, yaitu: 
  1. Tipografi Angka-Huruf.
  2. Tipografi Kesatuan Desimal.
G. Teknik Penulisan Sumber Acuan dan Pengutipan
Bahan penulisan skripsi harus dikumpulkan sebelum penulisan dimulai. Bahan-bahan yang diperoleh dan dijadikan acuan/kutipan wajib ditunjukkan sebagai bukti pada saat ujian pendadaran. Jumlah referensi minimal yang dijadikan acuan/kutipan 15 referensi dari berbagai sumber. Bahan-bahan yang diperoleh dari berbagai sumber ketika digunakan dalam penulisan skripsi ketentuan- ketentuan berikut harus ditaati.
  1. Kutipan diawali dengan tanda kutip (“). Kutipan barbahasa Indonesia yang terdiri atas tiga baris atau kurang disajikan langsung dalam teks. Tanda titik yang mengakhiri kalimat kuipan dicantumkan sebelum tanda petik akhir.
  2. Kutipan yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah yan terdiri atas tiga baris atau kurang disajikan langsung di dalam teks. Kutipan ini didahului dan diakhiri oleh tanda petik. Di samping itu, kata demi kata pada seluruh kalimat kutipan itu ditulis dengan huruf miring.
  3. Kutipan yang berasal dari bahasa Indonesia yang terdiri atas empat baris atau lebih diketik di luar teks. Kutipan ini dibedakan dari teks utama, yakni menjorok ke dalam sebanyak 10 ketuk dari margin kiri dan kira-kira 5 ketuk dari margin kanan. Jarak antar baris teks adalah satu spasi, tidak diawali dan diakhiri dengan tanda petik.
  4. Kutipan yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah yang terdiri atas empat baris atau lebih disajikan di luar teks, tidak ditulis dengan huruf miring, dan tidak diawali maupun diakhiri dengan tanda petik.
  5. Jika yang dikutip ada bagian yang dihilangkan, penulis harus membubuhkan tanda titik tiga buah (…). Apabila bagian yang dihilangkan tersebut mengakhiri sebuah kalimat, maka perlu dibubuhkan empat titik (….).
  6. Penyebutan sumber kutipan dilakukan dengan menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman yang dikutip, langsung di dalam teks.
  7. Jika pengarangnya orang asing, sebutkan nama keluarganya saja. Contoh: Derek Heater menjadi: (Heater, 1999: 39).
  8. Jika kutipan itu berasal dari terjemahan, nama penterjemah harus disebutkan juga. Contoh:  (Anderson terjemahan Suhardian: 1980: 54).
Jika yang digunakan untuk menulis skripsi itu disajikan dalam bentuk paraphrase atau ringkasan, maka pada akhir kalimat harus juga disebutkan sumbernya, sama seperti halnya pada kutipan.

H. Penyusunan Daftar Pustaka
Kepustakaan merupakan sumber tertulis, baik yang dirujuk secara langsung maupun hanya menjadi bahan bacaan tambahan yang relevan bagi permasalahan yang dibahas. Kepustakaan ini dapat berupa buku (naskah), makalah (artikel), atau karya tulis yang lain seperti skripsi, tesis, disertasi, ataupun diktat. Kepustakaan yang dipergunakan untuk menyusun skripsi (dan juga karya ilmiah lainnya) harus dimasukkan ke dalam Daftar Pustaka.
Contoh Daftar Pustaka
Setiawan D. 2005. Pengaruh Protein AdhO36 Salmonella typhi terhadap Percepatan Respirasi Makrofag. Tugas Akhir. Tidak diterbitkan. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya : Malang.
Martiana I. 2014. Pengaruh Menulis Perasaan terhadap Penurunan Insomnia pada ODHA (Orang dengan HIV/ AIDS). Tidak diterbitkan. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya : Malang.
Diana, F. 2000. Pengaruh Cara Belajar pada Siswa SMP terhadap Prestasi. Skripsi. Tidak diterbitkan. Fakultas Psikologi. Universitas Indonesia : Jakarta.

I. Penulisan Simbol
Simbol-simbol statistik harus ditulis sesuai dengan aslinya. Jika simbol-simbol tersebut tidak dapat ditulis dengan mesin ketik manual maupun komputer, maka symbol-simbol yang bersangkutan harus ditulis dengan tinta hitam dengan rapi dan jelas.

J. Pembetulan Kesalahan
Kesalahan tulis yang tidak melebihi 15% dari jumlah halaman dalam setiap bab dapat dibetulkan dengan ralat. Untuk setiap halaman kasalahan tidak diperkenankan memiliki lebih dari tiga kesalahan. Kesalahan dalam menuliskan nama orang tidak boleh diralat, tetapi harus dibetulkan dengan alat korektor atau diganti. Usahakan pembetulan dilakukann tanpa harus mengurangi kerapian dan keindahan tulisan.

Nah, itulah tata cara penulisan skripsi yang benar agar di acc dosen. Jadi inti nya skripsi harus dibuat sebaik mungkin ya bosque.
Semoga skripsi agan diterima oleh dosennya dan semoga lulus dengan hasil yang memuaskan.
Thanks You !!

Cara Membuat atau Menyusun Makalah Dengan Baik dan Benar

Nyuloh Ilmu - Permasalahan yang umum saat kita membuat Makalah adalah pada penyusunan kerangka makalah. Dengan susunan kerangka makalah yang baik dan benar maka akan menambah kesan positif juga. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan menambah sidikit ilmu / wawasan anda tentang pembuatan kerangka makalah yang baik dan benar.
Meskipun kerangka makalah maupun pedoman penulisan yang diajarkan oleh satu institusi dengan institusi lain berbeda, tidak ada salahnya untuk menambah pengetahuan dengan informasi berikut ini. Format, susunan, maupun kerangka makalah atau susunan makalah yang umum digunakan untuk makalah dengan bahasa Indonesia sebagai berikut.

Menyusun Makalah Dengan Baik dan Benar

Saat kita akan membuat atau menyusun sebuah makalah, sudah seharusnya berpedoman pada kerangka makalah. Kerangka makalah yang baik dan benar terdiri dari :
» Cover
» Daftar Isi
» Kata Pengantar
» BAB I Pendahuluan
» BAB II Pembahasan
» BAB III Penutup
» Daftar Pustaka
» Lampiran

Mari kita bahas satu per satu susunan kerangka makalah diatas.

Cover Makalah
Bagian-bagian pada cover makalah memiliki tata letak yang tidak jauh berbeda dengan karya ilmiah lain. Ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan saat menyusun cover makalah.
» Judul Makalah
» Tujuan Makalah
» Logo / Gambar
» Data Penulis atau Penyusun Makalah
» Nama Institusi
» Tahun Penulisan

Daftar Isi Makalah
Daftar isi makalah biasanya berisi susunan isi makalah . Judul dan nomor halaman setiap uraian yang ada di makalah ditulis dan disusun dengan rapi.
Contoh Daftar Isi Makalah
Kata Pengantar Makalah
Halaman kata pengantar umumnya diawali dengan salam pembuka. Selanjutnya, isi kata pengantar yang disampaikan berupa penjelasan mengapa tema atau judul dipilih untuk dibahas oleh si penulis. Penjelasan mengenai alasan-alasan tersebut disampaikan secara singkat.
Contoh Kata Pengantar
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Banyuwangi, Desember 2017

Penyusun

Pendahuluan Dalam Makalah
Kerangka untuk bagian Pendahuluan terdiri dari:
» Latar Belakang
» Rumusan Masalah
» Tujuan
» Manfaat
Contoh Pendahuluan Makalah

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Makalah ini saya tujukan khususnya untuk kalangan remaja, pelajar dan generasi muda yang tidak lain adalah sebagai generasi penerus bangsa agar kita semua mengenal akan bahaya penyalahgunaan narkoba dan narkotika bagi kesehatan dan dampaknya terhadap lingkungan sosial khususnya. Seiring perkembangan informasi yang begitu pesat yang selain bersifat positif tentu saja ada sisi negatif yang  jika tidak ada filter dari informasi yang sampai ke tengah-tengah masyarakat terutama kalangan remaja dan generasi muda.

Salah satu sisi negatif dari perkembangan informasi tadi adalah semakin mudah dan meluasnya peredaran narkoba hingga ke pelosok-pelosok daerah bahkan sudah sampai pada lingkungan pendidikan yang merupakan media belajar untuk menciptakan pemuda-pemuda kreatif, cerdas dan ber-akhlak. Narkoba dan Narkotika kini menjadi permasalahan yang kompleks karena tidak saja hanya mengancam pelakunya namun juga berdampak pada lingkungan sosial dengan meningkatnya kriminalitas yang diakibatkan pengaruh dari zat narkoba.

1.2.Tujuan Penulisan
  • Sebagai media sosialisasi dan informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan narkotika bagi kesehatan dan dampaknya terhadap lingkungan sosial.
  • Sebagai referensi bagi siswa-siswi untuk membuat makalah bahasa indonesia ataupun makalah tentang narkoba dalam rangka untuk memenuhi tugas sekolah.
1.3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari penulisan makalah ini adalah mencakup aspek tentang narkoba dan bahayanya bagi kesehatan dan dampaknya terhadap lingkungan sosial.

1.4  Sumber Data
  • Referensi pengertian dan jenis-jenis narkoba
  • Referensi bahaya narkoba bagi kesehatan dan generasi muda
1.5. Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah dengan menggunakan metode tinjauan dari beberapa sumber yang berkompeten dalam permasalahan narkoba dan lingkungan sosial.

Pembahasan Makalah
Bab pembahasan mengungkapkan hasil penelitian baik itu berupa wawancara, observasi lapangan, hasil eksperimen laboratorium, dan sebagainya. Penjelasan mengenai hasil penelitian tersebut bisa disampaikan sesuai poin-poin rumusan masalah yang biasanya disampaikan pada Bab I.
Contoh Pembahasan Makalah

BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Marathon
Marathon merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Marathon adalah larijarak jauh dengan jarak yang ditentukan, yakni 21,100 km untuk setengah marathon dan 42,195 km untuk marathon.

Lalu bagaimana dengan asal mula dari marathon? Marathon berasal dari legenda Pheidippides, seorang utusan Yunani. Legenda menyatakan bahwa ia dikirim dari medan perang dari Marathon ke Athena untuk mengumumkan bahwa bangsa Persia telah dikalahkan pada Pertempuran Marathon, yang terjadi pada tahun 490 SM.

Ada perdebatan tentang keakuratan sejarah dari marathon, Herodotus yang merupakansejarawan Yunani sumber utama untuk Perang Yunani-Persia. Menyebutkan Pheidippides sebagai utusan yang berlari dari Athena ke Sparta untuk meminta bantuan, dan kemudian berlari kembali, yang berjarak lebih dari 240 kilometer (150 mil) sekali jalan.

B. Teori Teknik Gerakan Marathon
Gerak dasar lari dapat dilakukan dengan:
a) Maju, mundur dan ke samping.
b) Pada lintasan lurus atau lintasan berkelok-kelok.
c) Cepat dan lambat.
d) Suara gaduh atau tanpa suara.
e) Mendaki atau menurun.
f) Menaiki tangga (tribune) atau menuruni tangga.
g) Sendirian, berpasangan atau berkelompok.
h) Bersama anak-anak lain alau melawan anak-anak lain.
i) Menggunakan alat bantu atau tanpa alat bantu.
j) Melewati rintangan.
k) Menggunakan lapangan rumput, lintasan  atau lapangan.
l) Di hutan, kebun atau jalan.
m) Dll.

Lari termasuk pada katagori keterampilan gerak siklis. Tujuan dari jalan dan lari adalah menempuh suatu jarak tertentu(tanpa rintangan atau melewati rintangan) secepat mungkin.

Gerakan Lari
Gerak dominan yang utama dari gerak lari adalah gerakan langkah kaki dan ayunan lengan. Sedangkan aspek lain yang perlu diperhatikan pada saat berlari adalah kecondongan badan (disesuaikan dengan jenis /type lari), pengaturan napas, dan harmonisasi gerakan lengan dan tungkai.

Sedangkan yang paling menentukan kecepatan lari seseorang adalah panjang langkah x kekerapan langkah. Langkah kaki terdiri dari tahap menumpu dan tahap melayang. Sedangkan gerakan kaki mulai tahap menumpu kemudian mendorong (kaki tolak) sedangkan kaki ayun melakukan gerak pemulihan dan gerak ayunan.

C. Aturan perwasitan Dalam Marathon
Petugas atau juri dalam lomba lari marathon terdiri atas:
a. Starter, yaitu petugas yang memberangkatkan perlari.
b. Pengawas lintasan yaitu petugas yang berdiri pada tempat tertentu dan bertugas mengawasi pelari apabila melakukan kesalahan dan pelanggaran.
c. Juri kedatangan yaitu petugas pencatat kedatangan pelari yang pertama sampai dengan terakhir dan menentukan ranking / urutan kejuaraan.
d. Timer yaitu petugas pencatat waktu.
e. Juri pencatat hasil yaitu petugas pencatat hasil setelah pelari memasuki garis finish.

Peraturan dalam lomba lari marathon terdiri dari:
a. Bunyi pistol sebagai tanda start mulai diberangkatkannya peserta lomba.
b. Peserta harus lari dalam rute yang sudah ditentukan.
c. Peserta tidak diboleh mendapat bantuan penyegar sepanjang lomba selain di pos-pos yang sudah disediakan.
d. Peserta yang memasuki garis finish pertama dianggap sebagai juara.

D. Model-Model Pembelajaran Marathon
Menggunakan model pembelajaran ARIAS, model pembelajaran ARIAS mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian); relevance (relevansi); confidence (percaya/yakin); satisfaction (kepuasan/bangga), dan assessment (evaluasi). Dan metode pembelajaran yang digunakan adalah Demonstrasi dan Permainan. Metode Demonstrasi yaitu metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta didik dengan cara menerangkan dan memperagakan langkah-langkahnya. Sedangkan metode Permainan yaitu dimaksudkan untuk membangun suasana belajar yang dinamis, penuh semangat, dan antusiasme.

Seperti telah diketahui bahwa gerak dasar lari dapat diberikan dengan berbagai bentuk permainan yang mengandung unsur gerak lari. Lari tidak semata-mata harus dilakukan di lintasan lurus, tidak harus selalu dengan teknik yang standar. Lari bisa dilakukan diberbagai area,  dengan atau tanpa rintangan, sendiri atau bersama sama dan lain-lain. Siswa akan lebih termotivasi untuk mengikuti kegiatan yang kita berikan bila kita dapat memanfaatkan atau menggunakan alat-alat bantu secara berdaya guna. Namun siswa juga harus dilibatkan dalam penyiapan maupun dalam membereskan alat bantu yang merek

Dengan demikian mereka juga akan terbiasa dengan sifat-sifat tanggung jawab, disiplin, kerjasama, membantu yang lain serta pembentukan aspek psikologis  positip lainnya.

Penutup Makalah
Bagian Penutup biasanya berisi dual hal, yaitu:
  • Kesimpulan, yang mengungkapkan hasil pemecahan masalah yang disampaikan dalam makalah.
  • Saran, yang memberikan saran atau rekomendasi mengenai hal yang berkaitan dengan isi makalah.
Contoh Penutup Makalah

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari Paparan atau penjelasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa sesuai dengan makalah “Penggunaan Bahasa Baku dalam junalistik ” penulis menyimpulkan bahwa bahasa dalam junalistik tidak di haruskan menggunakan satu bahasa namun bisa juga dengan mamadukan dengan bahsa lain namun dengan penggunaan yang tepat. Bahasa Indonesia dapat di kembangkan dengan di padukan dengan bahasa melayu maupun bahasa asing yang lain dalam penerapannya di dunia jurnalistik

3.2 Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber – sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.

Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan. Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka. Pada kesempatan lain akan saya jelaskan tentang daftar pustaka makalah.

#Penutup Makalah
Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi bahasan dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan kerena terbatasnya pengetahuan kurangnya rujukan atau referensi yang kami peroleh hubungannya dengan makalah ini Penulis banyak berharap kepada para pembaca yang budiman memberikan kritik saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis para pembaca khusus pada penulis.

Daftar Pustaka
Daftar Pustaka merupakan bagian akhir dari suatu makalah yang berisi refernsi atau sumber pustaka acuan untuk makalah yang ditulis.
Contoh Daftar Pustaka


Demikian pembahasan tentang Cara Membuat / Menyusun Makalah Dengan Baik dan Benar, mudah-mudahan bisa membantu dan bermanfaat bagi anda yang sedang menyusun makalah untuk kegiatan pembelajaran atau tugas di sekolah, perguruan tinggi ataupun dimana saja anda menuntut ilmu.